Wanita Lebih Berisiko Terkena Hipertiroid Ketimbang Pria, Ini alasannya!

Pengobatan Hipertiroid – Mengapa wanita lebih berisiko terkena masalah tiroid seperti hipertiroid, hipotiroid, atau kanker tiroid ketimbang pria?

Hal tersebut mungkin merupakan salah satu pertanyaan yang sangat ingin Anda tanyakan, mengingat banyak artikel kesehatan yang menyatakan bahwa hipertiroid atau gangguan tiroid lainnya memang lebih rentan menyerang kaum perempuan dibanding pria.

Bukan tanpa alasan! Karena memang faktanya bahwa wanita lebih rentan terkena hipertiroid atau gangguan tiroid lainnya. Berikut penjelasan lengkapnya!

Wanita Lebih Berisiko Terkena Hipertiroid Ketimbang Pria, Ini alasannya!

Menurut Ketua Divisi Metabolik Endokrin Ilmu Penyakit Dalam FKUI/=RSCM, yang juga salah satu dokter pemerhati tiroid, dr Imam Subekti SpPD-KEMD menyatakan bahwa “Perempuan memiliki risiko lima sampai delapan kali lebih besar dibanding pria, terutama ibu hamil’.

Ini karena, wanita memang rentan kekurangan tiroid, apalagi saat dalam masa kehamilan.

Fase hidup perempuan seperti siklus haid, kehamilan, melahirkan, dan menyusui, membuat wanita membutuhkan asupan yodium lebih besar. Hal inilah yang memicu munculnya tiroid.

Pada ibu hamil, gangguan tiroid yang paling sering adalah kekurangan tiroid ( hipotiroid ) atau kelebihan hormon tiroid ( hipertiroid )

Gangguan kelenjar tiroid memiliki gejala khas berupa pembesaran kelenjar tiroid atau yang dikenal dengan gondongan atau goiter. Selain itu, gejala khas lain dari gangguan tiroid ini adalah merasa mudah lelah, berat badan turun padahal tidak mengurangi makan, serta daya konsentrasi turun.

Namun terkadang, gejala-gejala hipertiroid jarang disadari oleh para penderitanya.

Karena lebih dari setengah atau sebesar 55% wanita yang berisiko tinggi mengalami gangguan tiroid belum pernah mendengar permasalahan atau kondisi seputar penyakit tiroid.

Bahkan menurut survey yang dilakukan Merck Serono menunjukkan, jika 9 dari 10 atau sebesar 89% wanita berisiko tinggi terkena penyakit tiroid tidak menyadari akan keberadaan penyakit ini.

Dan yang lebih mencengangkan lagi, 53 persen wanita mengatakan bahwa mereka hanya akan pergi ke dokter jika mereka benar-benar sakit, sementara 46 persen tidak berpikir bila masalah pada kelenjar tiroid disebabkan oleh suatu penyakit.

Padahal, jika kondisi ini dibiarkan tanpa dilakukan penanganan cepat bisa memicu masalah baru yang serius bagi wanita. Salah satunya adalah menyebabkan ketidaksuburan (mandul) dan keguguran pada ibu hamil. *Telah kami bahas pada artikel sebelumnya

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013) juga menemukan, berdasarkan gejala yang dikeluhkan diperoleh 0,4% populasi Indonesia mengalami hipertiroid. DKI Jakarta dan Yogyakarta diketahui memiliki prevalensi tertinggi dibanding daerah lain. Karena wanita kerap mengalami perubahan hormon yang berhubungan erat dengan haid, hamil, dan menyusui.

Ada banyak faktor yang dapat memicu terjadinya hipertiroid, salah satunya ialah penyakit autoimun seperti ‘Graves’.

Penyakit ini menyebabkan antibodi tubuh menempel pada reseptor kelenjar tiroid dan merangsang produksi hormon tiroid berlebih.

Selain pembesaran kelenjar di area leher, seseorang dengan hipertiroid juga umumnya akan mengalami jantung berdebar, tangan gemetar ( tremor ), tingginya serum hormon tiroid bebas, tidak bisa diam dan cenderung bergerak terus seperti orang gelisah.

Jadi kesimpulannya, khusus kaum wanita dari usia berapapun, jika mengalami kondisi atau tanda-tanda seperti yang disebutkan tadi baiknya tidak mengabaikannya.

Jika tidak, siap-siap menanggung risiko akibat hipertiroid yang tidak tertangani dengan tepat!

Sedangkan mengenai alasannya sudah jelas, bahwa memang siklus hidup wanita sangat mempengaruhi hormon tiroid sehingga lebih rentan mengalami penyakit dan ganggun tiroid.

Demikian sedikit informasi yang dapat disampaikan, semoga dengan mengetahui alasan mengapa wanita lebih rentan terkena hipertiroid menjadikan Anda lebih bisa mengatur pola hidup menjadi lebih sehat. Semoga bermanfaat.

Sumber : Dari berbagai sumber

Posted by : Wanita Lebih Berisiko Terkena Hipertiroid Ketimbang Pria, Ini alasannya! on Obat Hipertiroid

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*